Sabtu, 29 Januari 2011
PENGASIHAN UNTUK ISTERI
Syarat-syaratnya :
Melakukan puasa mutih selama 4 hari dan dilanjutkan dengan patigeni selama sehari semalam, disaat anda melakukan patigeni bacalah mantranya sebanyak-banyaknya.
Mantranya :
“Aku si wedana,
heh wedana kowe tak kongkon,
Jupukno atine si jabang bayi, warno karo atiku rokhe rokhku,
Nyawane nyawaku, sukmane sukmaku, badane badanku,
Preg mati durung mati sidan edan
Durung edan sida nglamong,
Ora waras si jabang bayine yen ora aku sing ngusadani,
Teka welas asih,
Si jabang bayine….(sebut nama isteri)
Asih saking kersaning Allah.”
AJI PENGASIHAN JAKA BURBA
Syara-syarat untuk memperoleh aji ini adalah :
Puasa mutih selama 7 hari 7 malam. Setelah itu anda harus ngeluwang. Sehabis puasa dan ngeluwang sediakan kembang setaman di dalam kamar anda.
Bacalah mantranya sbb :
“Bismilah…….
Niat ingsun mutih sejatine eling sira
Layang-layang sukma dadiya rewang
Jaka Burba sira tangiya
Duweya iman sing sarengat
Lumumpata kayu mati, ndelika marang kayu badati
Tak pecutake sira kudu katut
Tak seblaake marang jabange…..(sebut namanya)
Nurut marang ingsun, ingsun pandeng ngleleng
Ingsun tinggal kangen
Ingsun Cedhaki dhemen….”
MENYADARKAN DARI SELINGKUH
Namun, tentu saja Anda tidak boleh menyerah dalam menghadapi keadaan. Tanpa ada ikhtiar, semua kesusahan niscaya akan sulit berakhir.
Nah, sebagai sebuah solusi batiniah untuk menyadarkan suami Anda, cobalah amalkan petunjuk-petunjuk berikut ini:
– Berpuasalah 3 hari dimulai Selasa Kliwon (puasa di sini seperti layaknya puasa di bulan Ramadhan. Ada buka dan sahur). Selama puasa malamnya tidak boleh mengkonsumsi makanan yang bernyawa dan yang berasal darinya. Seperti, madu, susu dan telur. Niat puasanya, “Nawaitu souma godin li qodo’i hajatii sunnatan Lillahi Ta’ala”.
– Selama puasa pada malam harinya dirikanlah sholat Tahajjud 2 rakaat. Setelah salam bacalah amalan ini 1000 kali. Setiap dapat 100 kali ditiupkan ke air minum yang telah disediakan sebelumnya (teko atau botol aqua ukuran 1 liter). “WA ALKOITU ‘ALAIKA MAHABBATAM MINNII YA…..(SEBUT NAMA PASANGAN Anda) WA LITUSNA’A ‘ALA ‘AINII”
– setelah selesai puasa 3 hari air baru boleh diminumkan ke pasangan Anda (harus tanpa sepengetahuannya jika air telah dimantrai)
TAHAP II :
Amalan ini diambil dari Surat Haamiim As Sajdah ayat 11. Adapun doa atau amalan yang harus dibaca, adalah:
SI………(SEBUT NAMA YANG DITUJU) AGAR………(TEGASKAN MAKSUD KITA).
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, SUMMAS TAWAA ILAS SAMAA’I WA HIYA DUKHOONUN, FA QOOLA LAHAA WA LIL ARDHI’TIYAA TOU’AN AU KARHAN, QOOLATAA ATAINAA TOO’I'IIN.
Amalan tersebut harus dibaca sebanyak 40 kali pada setiap hari Kamis selesai Shalat Ashar. Bila menginginkan reaksinya lebih keras dan cepat berhasil, maka sertailah dengan puasa pada hari Kamis tersebut. Sebelum membaca amalan tersebut, lakukanlah petunjuk-petunjuk ini:
- Bacalah hadrot ini:
ILA HADROTI NABIYYIL MUSTOFA MUHAMMAD SAW SYAI’UN LILLAAHI LAHUU AL FAATIHAH…(BACA SURAT AL FATIHAH 1 KALI).
- Bacalah juga hadrot ini:
WA KHUSUUSON ILA RUUHI SI…(SEBUT NAMA ORANG YANG DITUJU) AGAR…(TEGASKAN MAKSUD KITA) AL FAATIHAH…(BACA AL FATIHAH 1 KALI).
- Baca Surat Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali, An Nas 1 kali.
- Lalu, bacalah Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW:
ALLAAHUMMA SOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD (BACA 11 KALI).
- Terakhir, bacalah dua kalimah Syahadat:
Asyhadu allaa illaaha illallaAh, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah (baca 1 kali).
SYARAT WAJIB :
– Harus mendirikan sholat 5 waktu FULL (tidak boleh bolong-bolong).
– Membaca amalannya harus benar dan tidak boleh ada kesalahan sedikit pun dalam melafalkan lafadznya. Karena bisa tidak bereaksi jika sampai salah ucap. Meski satu huruf!
– Ketika membaca amalannya harus sambil membayangkan wajah pasangan Anda.
Semoga Anda dapat menjalankan semua petunjuk yang saya beberkan ini. Selamat mengamalkan dan Insya Allah sukses.
Rabu, 26 Januari 2011
Menangkal Ilmu Hitam
Nah, untuk menghindari ancaman ilmu hitam, maka sebaiknya lakukanlah amalan berikut ini:
WA AUHAYNAA ILA MUUSAA AN ALQI ASOOKA FA IDZAA HIYA TALQOFU MAA YA’FIKUUN, FAWAKO’AL HAQQU WA BATOLA MAA KAANUU YA’MALUUN, FA GULIBUU HUNAALIKA WANGKOLABUU SOOGIRIIN, WA ULQIYAS SAHAROTU SAAJIDIIN, QOOLUU AAMANNAA BI ROBBIL AALAMIIN, ROBBI MUUSAA WA HAARUUN, FALAMMAA ALQOU QOOLA MUUSAA MAA JI’TUM BIHIS SIHRU INNALLAAHA SAYUBTILUHU INNALLAAHA LAA YUSLIHU AMALAL MUFSIDIIN, WA YUHIQQULLAAHUL HAQQO BI KALIMAATIHI WA LAU KARIHAL MUJRIMUUN, INNAMAA SONA’UU KAYDU SAAHIRIN, WA LAA YUFLIHUS SAAHIRU HAITSU ATAA.”
(Sesungguhnya merupakan gabungan dari ayat-ayat Qur’an Surat Al’Araf 117-122, Yunus 81-82, dan Thaha 69).
- Amalan tersebut sebelumnya harus dibeli terdahulu yakni dengan puasa 7 hari. Selama puasa tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang bernyawa dan semua produk makanan yang dihasilkan darinya.
- Selama berpuasa dan seterusnya amalan tersebut harus dibaca sebanyak 7 kali setiap ba’da sholat fardhu.
- Untuk mengasah ilmu ini agar selalu tajam dan sempurna, maka biasakanlah puasa sunnah Senin-Kamis. Di samping itu, biasakan bersedekah bila mendapat kelebihan rezeki. Sangat dianjurkan bersedekah kepada 40 orang fakir miskin/yatim piatu dengan nilai yang disesuaikan dengan kemampuan Anda.
AJI MAHESA KRODHA
Aji Mahesa Krodha, dulu acapkali dijadikan piandel para pemimpin atau senopati perang ketika berhadapan dengan musuh di medan laga. Tokoh-tokoh yang ditengarai memiliki ajian sakti ini seperti Untung Suropati, Joko Tingkir, juga Alibasyah Sentot. Ajian ini memang mempunyai daya linuwih yang luar biasa karena merupakan perpaduan antara dzikir dan ilmu kanuragan tingkat tinggi.
Ketika musuh berhadapan, sekonyong-konyong menjadi lunglai tanpa daya. Seluruh aji kekuatan yang dimiliki tiba-tiba sirna lantaran kalah wibawa dengan pancaran gaib Mahesa Krodha.
Diam-diam di zaman modern ini banyak orang yang berburu ajian ini. Tapi sayang cuma sedikit yang berhasil kuat memilikinya secara sempurna. Hal itu akibat dari khodam ilmu ini yang hanya berpihak pada orang-orang yang berkarakter tabah dan sabar. Sementara manusia yang berjiwa arogan (sombong, mudah marah dan sok takabur) bisa-bisa justru termakan ajiannya sendiri.
Sesuai dengan namanya, Mahesa berarti kerbau, dan Krodha berarti marah atau mengamuk. Secara filsafat jika ajian ini digunakan sikap seseorang bak kerbau yang mengamuk. Kerbau sendiri secara filosofi merupakan binatang yang bertemperamen tenang, suka kerja keras, sabar dan tak mudah marah. Namun jika terusik harga dirinya, kemarahan seekor kerbau akan sulit terkendalikan.
Para pemimpin atau petualang biasanya cocok memiliki ilmu Mahesa Krodha sebagai senjata pamungkas membela diri atau menolong orang lain yang lemah teraniaya.
Mahesa Krodha termasuk jenis “ilmu putih” yang berwahana luhur. Orang yang punya ajian ini wajib dibarengi dengan laku ibadah secara sempurna.
Dengan demikian ajian ini punya daya karomah dari Allah secara langsung. Dan orang-orang yang kurang dekat dengan Tuhan tidak akan memperoleh kekuatan prima dari ajiannya itu.
Adapun bunyi rapalannya sebagai berikut :
Bismillahirromannirrohiim
Sun matek ajiku Mahesa Krodha, petak bumi tunggul manik kalimosodl. Sakabehing jagad padha kasat nyawiji ing manikmaya,
tumungkul ing telenging samodra sukma ya aku Mahesa Krodha, kang jumangkah rineksa sakbehing kodrattullah,
para nabi dalah para wali,
kawrangkanan malaikat sayuta.
Kabeh gawe wuleting kulit,
daging lan ototku,
gawe stosing braja balungku,
tan kena tinatas tan kena tinebas sakabehing pusaka,
ya jalaran aku dzat kang kasat,
kang ngratoni sakabehing sekti.
Lumpuh luruh sampyuh kowe para musuhku oleh dayane aji Mahesa Krodha.
Yahu Allah, yahu Allah, yahu Allah…….
Mencermati mantra di atas menumbuhkan bio-energi yang luar biasa. Seolah seluruh aura gaib terbukan, lebih-lebih jika mantra sakti ini diuji dalam laku.
Adapun lakunya sendiri adalah sebagai berikut :
1. Puasa mutih selama 39 hari diteruskan ngableng dan pati geni hari ke 40
2. Pada hari ke 5, 7 dan 30 melakukan mandi suci di tengah malam.Air untuk sesuci (keramas) diambil dari 3 tempuran sungai (tiga tempat pertemuan sungai/sungai bercabang). Media sesuci ini dicampur dengan bunga setaman.
3. Selama melakoni ilmu ini diharuskan merapal mantra di tengah malam di luar rumah ; ke arah timur, selatan, barat, dan utara (masing-masing 1 kali mantra).
4. Di akhir perjalanan ritual tersebut harus selamatan jajan pasar, buceng (tumpeng lengkap dengan ayam panggang) untuk tetangga (secukupnya).
5. Sejak memiliki ajian ini hendaknya meningkatkan ibadah, berjiwa sabar, serta suka menolong orang lain yang membutuhkan bantuan kita secara moral maupun material (kalau mampu). Dan jangan lupa, suka menyantuni anak yatim-piatu.
6. Ilmu ini tidak bisa digunakan sembarangan, kecuali benar-benar kepepet misalnya jiwa terancam. Jika musuh benar-benar menyerah, ampunilah mereka dan jangan kebablasan justru pamer kesaktian.
Nah, semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semuanya.
Minggu, 23 Januari 2011
AJI TIRTA KANOMAN (pebgasihan )
Berikut ini mantranya :
“Bismillahi rokhmani rokhiem,
Telogo manik tirta Kanoman,
Asung tirta sejati,
Kinclong-kinclong wening gandawangi,
Sun siramake saliraku,
Guwayaku mencorong resik,
Sun Siramake kepindo,
Mencorong guwayaku pindo rembulan purnomo,
Byar cahyaku mencorong pindha lintang panjer rino,
Badan saliraku awet enom salawase,
Katresnan wong sabuwono,
Asih saking kersaning Allah,
Laillaha illallah Muhammadu Rasulullah”.
Syarat lelakunya:
Puasa mutih 3 hari 3 malam, dimulai Selasa Kliwon. Selama laku, setiap hari mandi kramas 7 kali. Setiap mau mandi sebelumnya membaca mantranya 3 kali.
Cara mengamalkannya:
Selesai lelaku, setiap hari hendak mandi membaca mantra tersebut satu kali saja. Tetapi usahakan mandinya pagi sebelum matahari terbit. Dan sorenya mandi sebelum matahari terbenam.
Biasanya sebelum melakukan puasa macam apa saja kita diwajibkan untuk mandi kramas terlebih dahulu. Doa mandi kramas adalah sebagai berikut:
“Niatingsun adus resik angresiki kotoraning awak saha batin krana Allah Ta’ala.”
Setelah mandi kramas dan membaca doanya, baru membaca mantra puasa mutih sebagai berikut :
“Niatingsun puasa mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir, dipun ijabahi Gusti Allah.”
AJI TIRTA KANOMAN (pengasihan )
Berikut ini mantranya :
“Bismillahi rokhmani rokhiem,
Telogo manik tirta Kanoman,
Asung tirta sejati,
Kinclong-kinclong wening gandawangi,
Sun siramake saliraku,
Guwayaku mencorong resik,
Sun Siramake kepindo,
Mencorong guwayaku pindo rembulan purnomo,
Byar cahyaku mencorong pindha lintang panjer rino,
Badan saliraku awet enom salawase,
Katresnan wong sabuwono,
Asih saking kersaning Allah,
Laillaha illallah Muhammadu Rasulullah”.
Syarat lelakunya:
Puasa mutih 3 hari 3 malam, dimulai Selasa Kliwon. Selama laku, setiap hari mandi kramas 7 kali. Setiap mau mandi sebelumnya membaca mantranya 3 kali.
Cara mengamalkannya:
Selesai lelaku, setiap hari hendak mandi membaca mantra tersebut satu kali saja. Tetapi usahakan mandinya pagi sebelum matahari terbit. Dan sorenya mandi sebelum matahari terbenam.
Biasanya sebelum melakukan puasa macam apa saja kita diwajibkan untuk mandi kramas terlebih dahulu. Doa mandi kramas adalah sebagai berikut:
“Niatingsun adus resik angresiki kotoraning awak saha batin krana Allah Ta’ala.”
Setelah mandi kramas dan membaca doanya, baru membaca mantra puasa mutih sebagai berikut :
“Niatingsun puasa mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir, dipun ijabahi Gusti Allah.”